Tampilkan postingan dengan label Legenda. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Legenda. Tampilkan semua postingan
Senin, 08 Oktober 2012

The Legend of Elizabeth Bathory


Elizzabeth Bathory

I think that we are all familiar with the name of this one,
Ellizabeth Bathory, a woman famous for memunuh kesadisannya a virgin to get blood for her voodoo ritual.

Bathory Elizzabeth disebuah life cornfield country Greece, and lived only with his father. His mother is long gone nowhere left him and his father.
Her father is a corn farmer who is quite rich, so gossip about royalty bloody Elizzabeth are saying is wrong.

Elizzabeth Valdzi Elizzabeth real name, his father's name was derived from named Valdzi. Eli was born in the 10 at day 14 in 782 AD, so the information that Eli is a relative of Vlad Dracul is not true. Because too many stories circulating of events makes camouflaged by some people.


Sketch Elizzabeth almost identical.


When Eli to age 15, beloved father who is also a single parent (his mother left them) dies. That's because Eli makes a nice sweet boy into a dark-hearted man, he wondered why his father had to die so that the old and leave her alone?

After the death of his father, Eli in foster care by a relative of her father. And from that moment he began to learn about the religion taught by his relatives. Eli heard the religion that there are beings who can not die, and he was looking for where the demon is to ask how he could not die.



Sabtu, 29 September 2012

Elizabeth Bathory


Elizzabeth Bathory

Saya rasa sudah tidak asing lagi kita semua dengan nama yang satu ini,
Ellizabeth Bathory, seorang wanita yang terkenal akan kesadisannya yang memunuh perawan demi mendapatkan darahnya untuk dirinya menjalankan ritual voodoo.

Elizzabeth Bathory hidup disebuah ladang jagung di negara Yunani, dan tinggal hanya dengan ayahnya. Ibunya sudah lama pergi entah kemana meninggalkan ia dan ayahnya.
Ayahnya adalah seorang petani jagung yang cukup kaya, jadi gosip tentang Elizzabeth yang dikatakan berdarah bangsawan adalah salah.

Elizzabeth bernama asli Elizzabeth Valdzi, nama itu diperoleh dari ayahnya yang bernama Valdzi. Eli lahir pada bulan ke 10 di hari ke 14 pada 782 M, jadi keterangan bahwa Eli merupakan kerabat dari Vlad Dracul tidak benar. Karena terlalu banyak cerita yang beredar menjadikan kejadiannya dikamuflase oleh sebagian orang.

Sketsa Elizzabeth yang hampir mirip.


Ketika usia Eli ke 15, ayah yang sangat dicintainya yang juga merupakan orang tua tunggalnya (karena ibunya pergi meninggalkan mereka) meninggal dunia. Itulah sebab yang menjadikan Eli anak manis yang baik menjadi seseorang yang berhati gelap, ia bertanya-tanya kenapa ayahnya harus tua dan mati sehingga meninggalkan dirinya sendiri ?

Setelah kematian ayahnya, Eli di asuh oleh seorang kerabat ayahnya. Dan sejak saat itu dia mulai belajar tentang agama yang diajarkan oleh kerabatnya. Eli mendengar dalam agamanya bahwa ada makhluk yang tidak bisa mati, dan ia pun mencari-cari dimana iblis itu berada untuk bertanya bagaimana bisa dia tidak mati.

Jumat, 28 September 2012

Klarifikasi Vampire merupakan Voodoo dan bisa mati


Kisah tentang Vlad Dracul dan pengikutnya akan saya bahas kembali.

Topik yang masih sama dengan bahasan yang sama namun ada beberapa tambahan informasi di setiap sudutnya, saya mencoba mengumpulkan beberapa informasi dengan bantuan kemampuan teman saya sehingga saya bisa menemukan jawaban yang tepat atas kejadian yang melegenda dengan kebenarannya.

Kisah tentang Vampire sangat membuat saya penasaran sehingga membuat saya terus memburu hal tersebut. Karena menurut saya, Vampire adalah makhluk yang unik dan saya rasa pantas untuk dunia mengetahui tentang kebenaran Vampire. Dan saya harap seperti hal gaib, Vampire juga bisa hidup berdampingan asal tidak saling melukai. *Berharap

Vampire bisa mati, saya terangkan kembali bahwa Vampire bisa mati dengan cara dibunuh. Vampire bukan immortal (abadi) dia hanya memiliki masa hidup yang tidak bisa dihitung dan memiliki kemampuan diluar akal sehat. Mungkin kalian pernah mendengar Voodoo, ilmu gaib yang biasanya dipelajari oleh orang barat, seperti negara yunani, eropa, dan semacamnya. Vampire juga salah satu ilmu Voodoo, karena dahulu ada beberapa orang yang selalu saja menginginkan keabadian.
Akhirnya, iblis yang biasa para Voodoo sebut dengan Lucifer memberikan kekuatannya dan terkutuklah manusia yang bersekutu pada-Nya sehingga Tuhan memberikan kesengsaraan pada mereka dengan menjadikan mereka makhluk malam yang nyaris abadi. Vampire dapat beregenerasi secara cepat, maksudnya memperbaiki sel-sel tubuhnya yang rusak, mereka tidak sakit, mereka tidak tua, dan mereka bisa melakukan hal-hal fantastis seperti telepati.

Saya masih mencari tahu dengan teliti karena akan secara detail saya sampaikan dan saya uraikan disini, apa saja, kapan, dimana, siapa saja, dan semua yang menjadi pertanyaan dibenak kita tentang Vampire. Dan sudah pernah saya sampaikan juga berita kebenaran tentang vampire pada postingan beberapa waktu lalu, ini masih sebagai pelengkap.

Sudah diketahui bahwa ada 2 aktor hollywood yang diduga (sebenarnya memang iya) mereka adalah Vampire, dan sudah saya cari tahu beberapa waktu dan saya baru menemukan satu buah cerita (yang akan saya posting lain waktu) dari dua yang seharusnya saya temukan. Dan tentu saja masih berhubungan dengan Vlad Dracul karena dia juga ikut andil dalam kejadian demi kejadian tumbuhnya populasi Vampire, karena Vlad-lah orang pertama yang mendapat kutukan sebagai Vampire. Ayo kita repost kembali.


Kenapa Vlad Dracul dikutuk menjadi Vampire?

Vlad Dracul adalah seorang pemimpin kerajaan pada masanya, dia memiliki seorang istri yang sangat setia pada agama dan selalu meminta pertolongan kepada Tuhan. Tapi suatu ketika, terjadi peperangan dan istrinya mati terbunuh. Vlad marah, dia memaki kepada Tuhan kenapa istrinya mati sementara ia senantiasa berdoa dan memohon perlindungan padaNya? Vlad pun mencoba mengutuk Tuhan dan bersumpah akan mencari cara untuk bagaimana Vlad bisa hidup selamanya dan tidak bernasib sama dengan istrinya. Akhirnya, sang iblispun datang dan diberikanlah kekuasaan atas dirinya sendiri untuk hidup sesuai dengan apa yang ia inginkan tapi tidak lagi sebagai manusia, melainkan sebagai monster penghisap darah, sang makhluk malam.

Seiring berjalannya waktu, Vlad semakin memiliki banyak pengikut. Bahkan Vlad sempat dikabarkan meninggal dan jabatan Vlad digantikan oleh keturunannya dan kalian pasti sudah tahu dan saya juga sudah pernah memberitahu bahwa Vlad tidak mati, Vlad hanya mencoba mengkamuflase kehidupannya kepada masyarakat dan dunia.
Tahun 2012, Vlad juga masih hidup tentu saja dengan identitas yang berbeda dan kehidupan yang berbeda. Namun masih jiwa yang sama.
Rabu, 01 Februari 2012

5 Kapal Hantu yang Melegenda


5. The Octavius

Walaupun sekarang dianggap lebih legenda daripada apa pun, cerita tentang Octavius tetap salah satu yang paling terkenal dari semua cerita kapal hantu. Cerita tanggal kembali ke 1775, ketika dikatakan bahwa sebuah kapal penangkap ikan paus yang disebut Herald sengaja menemukan Octavius mengambang tanpa tujuan di lepas pantai Greenland. Crewmembers dari Herald naik Octavius, di mana mereka menemukan tubuh para awak dan penumpang semua beku oleh dingin arktik.


blogbelajarpintar.blogspot.com
Paling menonjol, para kru menemukan kapten kapal masih duduk di mejanya, pertengahan menyelesaikan sebuah entri log dari 1762, yang berarti telah Octavius terapung selama 13 tahun. Menurut legenda, ia akhirnya menemukan bahwa sang kapten telah mempertaruhkan untuk membuat cepat kembali ke Inggris dari Timur melalui Northwest Passage, tetapi bahwa kapal telah menjadi terperangkap di dalam es. Jika benar, ini akan berarti Octavius telah menyelesaikan bagian ke Atlantik sebagai hantu kapal, para awak dan kapten lama mati terekspos sampai unsur.


4.The Joyita
The Joyita adalah seorang nelayan dan perahu sewaan yang ditemukan ditinggalkan di Pasifik Selatan pada tahun 1955. Kapal, bersama dengan 25 penumpang dan awak, sedang dalam perjalanan ke Kepulauan Tokelau ketika sesuatu terjadi, dan tidak sampai jam kemudian bahwa Joyita terlambat dilaporkan dan upaya penyelamatan diluncurkan. Sebuah pencarian udara besar-besaran dilakukan, tapi gagal menemukan kapal yang hilang, dan tidak sampai lima minggu kemudian bahwa kapal dagang tersandung atas Joyita hanyut sekitar 600 mil dari aslinya saja.


blogbelajarpintar.blogspot.com
Tidak ada tanda-tanda dari penumpang, kru, kargo, atau kehidupan rakit, dan kapal itu rusak dan daftar cukup parah ke satu sisi. Pemeriksaan lebih lanjut oleh pihak yang berwenang menemukan bahwa radio kapal disetel untuk tanda bahaya universal, dan pencarian dari geladak menemukan tas dokter dan beberapa perban berdarah. Tak satu pun dari awak atau penumpang yang pernah terlihat lagi, dan misteri dari apa yang terjadi belum pernah terungkap. Teori yang paling populer adalah bahwa membunuh bajak laut penumpang dan melemparkan tubuh mereka ke laut, tapi klaim lain termasuk segala sesuatu dari pemberontakan dan penculikan penipuan asuransi.


3. The Lady Lovibond
Inggris memiliki tradisi panjang legenda tentang hantu kapal, dan Lady Lovibond ini mungkin yang paling terkenal. Sebagai jalan ceritanya, Lady Lovibond kapten, Simon Peel, baru saja menikah, dan memutuskan untuk membawa kapal di atas sebuah kapal pesiar untuk merayakannya. Dia membawa pengantin barunya sepanjang-akan berlangsung lama pelayaran terhadap keyakinan bahwa membawa seorang wanita di papan perahu adalah nasib buruk-dan berlayar pada 13 Februari 1748. Sayangnya untuk Peel, mate pertamanya juga jatuh cinta dengan istri barunya, dan setelah menonton perayaan, orang menjadi marah dan kewalahan dengan kecemburuan dan sengaja mengarahkan perahu ke Goodwind mematikan Sands, sebuah bar pasir terkenal karena menyebabkan kecelakaan kapal.



Lady Lovibond tenggelam, menewaskan semua penumpang. Sebagai legenda berjalan, sejak kecelakaan Lady Lovibond dapat dilihat berlayar di perairan sekitar Kent setiap 50 tahun. Hal ini terlihat pada tahun 1798 oleh beberapa kapten kapal yang berbeda, serta pada tahun 1848 dan 1898, ketika itu seharusnya tampak begitu nyata bahwa beberapa kapal, berpikir itu sebuah kapal dalam kesusahan, sebenarnya dikirim rakit untuk membantu itu. Lady Lovibond kembali terlihat pada tahun 1948, dan sementara tidak ada penampakan dikonfirmasi pada tahun terakhir di tahun 1998, terus menjadi salah satu yang paling terkenal legenda kapal hantu di Eropa.


2.The Mary Celeste
Tidak diragukan lagi yang paling terkenal dari semua kehidupan nyata hantu kapal, Mary Celeste adalah kapal dagang yang ditemukan gelandangan dan terapung-apung di Samudera Atlantik pada tahun 1872. Kapal itu dalam kondisi layak laut, dengan segala layar masih terjaga dan toko penuh makanan dalam kargo, tapi hidupnya perahu, kapten buku log dan, yang lebih penting, seluruh kru, menghilang secara misterius. Tidak ada tanda-tanda perjuangan, dan barang-barang pribadi dari kru dan kargo dari lebih dari 1500 barel alkohol tersentuh, tampaknya mengesampingkan kemungkinan pembajakan sebagai penjelasan. Pada tahun-tahun sejak penemuan aneh, sejumlah teori telah diusulkan mengenai kemungkinan nasib kru Mary Celeste.


https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhL79py8SRTKVAhkfOzjOEqHfXABn3bp3idi1P9BTCHmFNFqh67dTSjMCucOkXpPSfxRO8FrZlNOV5D3w44z2VvwPEXQDkQ1AyoEDN7iH7jtxPsS5Lkl9tiIVjuJP443zBAnq-A9QsZMA/s400/El+Mary+Celeste.jpg
Ini termasuk bahwa mereka penumpang tewas akibat puting beliung, bahwa awak memberontak, atau bahkan makan tepung yang terkontaminasi dengan jamur membawa semua penumpang untuk berhalusinasi dan menjadi gila. Teori yang paling mungkin tetap bahwa badai atau beberapa jenis masalah teknis memimpin sebelum waktunya meninggalkan kru untuk kapal dalam sekoci, dan bahwa mereka kemudian meninggal di laut. Namun, misteri yang mengelilingi Mary Celeste telah menimbulkan banyak spekulasi liar, dan lain-lain telah mengusulkan segalanya dari hantu ke laut monster dan penculikan orang asing mungkin penjelasan.


1. The Flying Dutchman
Maritim cerita rakyat, tidak ada hantu kapal yang lebih terkenal daripada Flying Dutchman, yang telah mengilhami banyak lukisan, cerita horor, film, dan bahkan sebuah opera. Kapal pertama kali disebutkan pada akhir 1700-an di George buku pelaut Barrington's Voyage ke Botany Bay, dan sejak itu para legenda terus tumbuh, berkat berbagai penampakan itu oleh nelayan dan pelaut. Sebagai cerita, si Flying Dutchman adalah kapal keluar dari Amsterdam yang dikapteni oleh seorang pria bernama Van der Decken. Kapal itu membuat jalan menuju Hindia Timur ketika menghadapi cuaca yang berbahaya di dekat Tanjung Harapan.


http://img261.imageshack.us/img261/6164/flyingdutchman.jpg
Bertekad untuk persimpangan, Van der Decken seharusnya menjadi gila, membunuh pasangan yang pertama, dan bersumpah bahwa ia akan melintasi Cape, "bahkan jika Tuhan akan membiarkan aku berlayar ke Judgment Day!" Walaupun usaha terbaik, kapal tenggelam di badai, dan sebagai legenda berjalan, Van der Decken dan kapal hantu sekarang dikutuk untuk berlayar lautan untuk selama-lamanya. Sampai hari ini, Flying Dutchman yang terus menjadi salah satu yang paling berpandangan dari semua kapal hantu, dan orang-orang dari nelayan laut dalam kepada Pangeran Wales memiliki semua mengklaim telah melihatnya membuat yang tak pernah berakhir perjalanan menyeberangi lautan.

9 Dewa Perang Jepang Yang Melegenda



Masih ingat binatang-binatang buas dalam serial Naruto yang mempunyai Chakra luar bisa? Ya, binatang-bintang tersebut diambil darimitologi 9 dewa perang jepang yang terkenal. Dalam mitologi jepang 9 dewa perang tersebut digambarkan dalam bentuk binatang ghaib yang memiliki kekuatan maha dahsyat. Kekuatan diurutkan dari besarnyachakra. Chakra sendiri dapat diartikan sebagai stamina atau inner will. Yang terlemah ditandai dengan dengan ekor satu sedang yang terkuat ekor sembilan. Satu dewa dengan dewa yang lainnya tidak akur sehingga menimbulkan peperangan luar biasa. Akibat peperangan ini, rakyat sangat menderita. Peperangan ini dikenal dengan nama “The Ancient war of 9 Gods”. Di Jepang 9 dewa ini dinamakan Bijuu dan kabarnya roh-roh mereka disegel di 9 kuil di Jepang. Sampai sekarangpun legenda ini masih kental dengan budaya jepang. Berikut ini adalah daftar Bijuu yang mengikuti perang kuno.
1. Shukaku
Shukaku adalah nama salah satu Bijuu yang berbentuk seekor rakun atauTanuki dalam Bahasa Jepang. Dulunya Shukaku adalah seorang pendeta dari Nara yang berubah menjadi monster karena kekuatan Yamata no Orochi. Dia lalu berubah menjadi rakun raksasa. Kepribadiannya sangatlah konyol dan senang bermain-main, sama seperti rakun pada umumnya. Dia hidup dari jiwa orang-orang yang mati karena pasir dan angin. Tato ungu diseluruh tubuhnya menandakan julukannya sebagaidewa angin.
Gambaran Tanuki yang konyol masa kini telah dikembangkan sejak eraKamakura. Mereka digambarkan seperti anjing rakun besar denganskrotum yang berukuran raksasa yang menggambarkan Tanuki dalam pandangan artistik yang deskriptif. Tanuki biasa digambarkan dengan testikel mereka yang menggantung di punggung atau dijadikan gendang.Tanuki biasa digambarkan juga dengan perut yang ekstra gendut. Perut mereka juga biasa digambarkan sebagai gendang yang ada di gambaran untuk konsumsi anak-anak di Jepang. Laporan lain mengatakan bahwaTanuki ialah anggota masyarakat yang tidak berbahaya dan produktif. Beberapa kuil memiliki cerita tentang Tanuki yang bisa menyamar. Kisah yang populer salah satunya ialah Bunbuku Chagama yaitu seorang biksu yang ditipu Tanuki yang mengubah diri menjadi ketel teh. Ada pula yang mengatakan Tanuki sering menipu pemburu dengan menjadi ranting pohon dengan merentangkan tangannya dan menunggu pemburu menjauh dan menjatuhkan diri dari pohon. Terkadang Tanuki juga menipu para pedagang dengan menukarkan barang dengan dedaunan yang mereka sihir sehingga menyerupai uang. Ada juga yang mengatakan kalau daun adalah bagian dari ritual sihir mereka.
Dalam hidupnya Shukaku bertarung sebanyak lima kali, satu kemenangan atas Sokou, 3 kali kekalahan melawan Isonade, Nekomata dan Raijuu.Shukaku melarikan diri melawan Yamata no Orochi.
Kamis, 12 Januari 2012

10 Mitos Menyimpang Mesir Kuno



Mesir telah dikenal dengan budayanya yang kental ditandai dengan penemuan – penemuan yang menarik oleh arkeolog. Mereka juga menyimpan banyak mitos yang sudah dikenal umum. Tetapi mitos – mitos tersebut tidaklah sepenuhnya benar. Ada beberapa yang menyimpang dan patut untuk diluruskan. Berikut 10 Mitos Terpopuler Mesir Kuno yang menyimpang dan berhasil dikumpulkanSidomi.com.
1. Kutukan Firaun



Kutukan Firaun datang ketika orang mencoba untuk membuka piramida tempatnya bersemayam. Hal ini terjadi pada Tutankhamun seorang awak media yang tewas karena ikut ekspedisi untuk mengungkap misteri piramida. Namun hal itu salah besar. Tutankhamun meninggal karena jamur dan gas beracun yang diembuskan dari piramida ketika piramida dibuka. Itulah teori yang dikemukakan ilmuwan saat ini. Bukan karena kutukan Firaun, karena pemimpin ekspedisi, yang seharusnya menjadi target utama kutukan, malah hidup kurang lebih 16 tahun lagi dari ekspedisinya ke Piramida. Jadi, jangan hanya percaya mitos. Ungkap semua dengan bukti – bukti yang nyata.

Piramida Mesir

Piramida Mesir adalah sebutan untuk piramida yang terletak di Mesir yang dikenal sebagai "negeri piramida" sekalipun ditemukan situs piramida dalam jumlah besar di Semenanjung Yucatan yang merupakan pusat peradaban Maya.
 bangunan di Giza, Mesir.
Di Mesir umumnya piramida digunakan sebagai makam raja-raja Mesir Kuno yang dikenal dengan nama firaun. Namun demikian, berabad abad lalu piramida sering digunakan sebagai sasaran penjarahan dan perampok makam karena para raja-raja membawa harta kekayaannya dan segala macam artefak guna di alam baka, sekalipun diberi perlindungan dengan semacam kutukan-kutukan untuk mencegahnya. Sehingga pada masa raja-raja mesir kuno berikutnya, makam raja-raja dan para bangsawan ditempatkan pada lembah yang tersembunyi seperti halnya makam Raja Tutankhamun yang ditemukan secara utuh dan lengkap.
Piramida pun tidak dibuat sembarangan. Para insinyur Mesir kuno menghitung dulu jarak piramida dengan matahari, karena matahari adalah salah satu hal terpenting dalam kehidupan masyarakat Mesir kuno. Ilmuwan masa kini pun mengakui kehebatan mereka dalam membangun piramida yang termasuk tujuh keajaiban dunia ini. Waktu, harta, dan tenaga yang dikeluarkan demi pembangunan piramida pun luar biasa banyaknya. Pembangunan piramida membutuhkan waktu sekitar dua puluh tahun dan mempekerjakan lebih dari sepuluh ribu budak, dan banyak yang nyawanya melayang. Piramida terbesar berada di Giza.
Lokasi piramida di Mesir ditemukan di daerah
  1. Giza atau Gizeh
  2. Abu Simbel
  3. Saqqara
  4. Abusir

Sumber : Wikipedia Indonesia
Rabu, 11 Januari 2012

Werewolf (Manusia Serigala)





Werewolf (Manusia Serigala)
Werewolf dalam cerita rakyat dan mitologi adalah orang yang berubah bentuk menjadi serigala, baik sengaja, dengan menggunakan sihir, atau setelah ditempatkan di bawah kutukan.The Gervase Penulis sejarah abad pertengahan Tilbury terkait transformasi dengan munculnya bulan purnama, tapi konsep ini jarang dikaitkan dengan werewolf sampai ide dijemput oleh penulis fiksi modern. Sebagian besar referensi modern setuju bahwa werewolf dapat dibunuh jika ditembak oleh peluru perak, meskipun hal ini lebih merupakan refleksi dari pengaruh fiksi ketimbang fitur otentik rakyat legenda. Werewolf diduga dapat dibunuh oleh kerusakan lengkap jantung atau otak, perak tidak diperlukan.

Banyak negara-negara Eropa dan budaya memiliki cerita tentang manusia serigala, termasuk Perancis (Loup-garou), Yunani (lycanthropos), Spanyol (Lobo hombre), Bulgaria (varkolak, vulkodlak), Republik Ceko (vlkodlak), Serbia (vukodlak), Rusia (oboroten ', vurdalak), Ukraina (vovkulak (a), vovkun, pereverten'), Kroasia (vukodlak), Polandia (wilkolak), Rumania (varcolac), Skotlandia (werewolf, wulver), Inggris (werwolf), Irlandia (faoladh atau conriocht ), Jerman (Werwolf), Denmark / Swedia (Varulv), Galicia (lobisÛn),, Portugal ((lobisomem)) Lithuania (vilkolakis dan vilkatlakis), Latvia (vilkatis dan vilkacis), Andorra (llop rumah), Estonia (libahunt) , Argentina (lobizon, Lobo hombre) dan Italia (Lupo mannaro). Di Eropa utara, ada juga cerita tentang orang-orang berubah menjadi binatang termasuk beruang dan serigala.


Dibalik Kisah Werewolf

" Apa yg kami lakukan adalah untuk bertahan hidup dalam keabadian.
dan setiap keabadian pasti ada bayarannya."
Lycan


The above woodcut from 1512 by Cranach is one of the earlier depictions of a werewolf. 
Dlm bukunya Herodotus pernah menulis, Suku Neuri yg mendiami sebelah timur laut Scythia, merubah dirinya menjadi manusia serigala dalam ritual keagamaan setiap sembilan tahun sekali. Ritual ini yang tampaknya dimaksudkan untuk melambangkan jiwa duniawi dan kelahiran.Dijelaskan Scythia pada masa lalu diantara suku besar Sarmatia,Uralic dan Turki atau sekarang disebut selatan Iran.
Quote
Herodotus

Herodotus (Yunani: Ἡρόδοτος, Herodotos) adalah ahli sejarah yang hidup pada abad ke-5 SM (±484 SM - 425 SM). Ia dikenal karena tulisannya "Sejarah" (Yunani: Ιστοριης απόδεξις), suatu kumpulan cerita mengenai berbagai tempat dan orang yang ia kumpulkan sepanjang perjalanannya. Karena karyanya ini, ia sering dianggap sebagai "Bapak Sejarah".
Kisah Lycan dlm mitologi yunani memberikan (salah satu contoh awal dari sebuah legenda werewolf) mengisahkan, Para pemuja Lycan dikutuk menjadi manusia serigala sebagai akibat dari makan daging manusia. Lycan adalah kelompok pemuja gunung Olympus yg pada setiap tahunnya diberikan kurban dalam bentuk manusia hidup oleh penganutnya pada saat itu dan memakannya.

Zeus turning Lycaon into a wolf, engraving by Hendrik Goltzius.

Werewolf Dari Masa Ke Masa

Walaupun kedengarannya seperti sebuah kisah dalam film Holywood, namun, kisah mengenai manusia yang dapat berubah menjadi serigala dapat ditemukan di banyak negara di dunia.


Bahkan, kisah mengenai makhluk yang biasa dikenal dengan nama Werewolf atau Lycan ini bisa ditemukan di catatan-catatan Yunani kuno.

Werewolf di dalam Literatur KunoHerodotus, dalam bukunya yang berjudul Histories pernah menulis mengenai Neuri, sebuah suku yang berdiam di timur laut Scythia (dekat Ukrainia) yang penduduknya berubah menjadi serigala setiap sembilan tahun.

Dalam mitologi Yunani kuno, raja Arcadia yang bernama Lycaon disebut diubah menjadi serigala oleh dewa Zeus akibat mengorbankan dan memakan daging anaknya sendiri. Nama Lycaon kemudian menurunkan kata Lycanthropy yang kita kenal sekarang ini.

Cendikiawan Roma, Pliny the Elder, juga pernah bercerita mengenai seorang pria yang berubah menjadi serigala setelah memakan isi perut seorang anak kecil.

Lalu, pada tahun 60 Masehi, Gaius Petronius menulis dalam bukunya mengenai Niceros yang menyaksikan temannya berubah menjadi serigala. Niceros bercerita:

"Ketika aku mencari sahabatku, aku menemukannya sedang melepas seluruh pakaiannya dan menaruhnya di pinggir jalan...lalu, ia kencing sambil membentuk lingkaran dengan urinnya di sekeliling pakaian yang tergeletak. Tiba-tiba, ia berubah menjadi serigala. Setelah itu, ia mulai melolong dan berlari masuk ke hutan."

Walaupun lebih banyak ditemukan di Eropa, kisah mengenai werewolf juga bisa ditemukan di wilayah di luar Eropa.

Di kalangan suku Indian Amerika, makhluk serupa dikenal dengan nama Skin Walker. Di Turki disebut Turkadam, sedangkan di Amerika tengah dikenal dengan nama Nagual. Percaya atau tidak, di Eropa dan Amerika, Leak Bali dianggap sebagai Werewolfnya Indonesia.

Karakteristik Werewolf
Menurut legenda, pada saat bulan purnama, seorang manusia, dalam kondisi tertentu akan berubah menjadi serigala. Tubuhnya akan menjadi tinggi dan kuat. Matanya bersinar terang seperti hewan pada umumnya dan alisnya yang lebat akan bertemu di tengah. Mulutnya terlihat selalu kering, seperti orang yang kehausan.

Kulitnya kasar dan ditumbuhi bulu yang lebat. Telinganya berubah menjadi lancip seperti anjing dengan gelambir yang menggantung di lehernya. Bedanya dengan serigala, werewolf tidak memiliki ekor.

Salah satu metode untuk mengidentifikasi werewolf dalam rupanya sebagai manusia adalah dengan melukai tubuhnya. Jika ia adalah werewolf, maka di bagian tubuh yang terluka akan terlihat adanya bulu seperti serigala.

Cara lainnya, menurut legenda Rusia, seorang werewolf dapat dikenali dengan adanya bulu di bawah lidahnya.

Walaupun dalam film-film Holywood disebutkan kalau werewolf bisa dibunuh dengan peluru perak, karakteristik ini tidak bisa ditemukan di dalam legenda.

Bagaimana cara berubah menjadi Werewolf
Di Italia, Perancis dan Jerman, disebutkan kalau seseorang dapat berubah menjadi werewolf dengan cara tidur di luar rumah pada saat bulan purnama musim semi yang jatuh pada hari rabu atau jumat tertentu.

Lalu, ada juga yang percaya kalau seseorang bisa berubah menjadi werewolf karena digigit oleh werewolf lain. Ini membuatnya menjadi sama seperti legenda Vampire. Ada lagi yang percaya kalau seseorang bisa berubah menjadi werewolf karena dikutuk.

Tetapi, kebanyakan legenda percaya kalau transfigurasi seorang manusia menjadi werewolf terutama diakibatkan oleh kegiatan yang berhubungan dengan aktifitas satanic atau sihir.

Pandangan ini meluas pada abad pertengahan di Eropa yang diiringi dengan perburuan werewolf, vampire dan penyihir. Di Perancis sendiri, antara tahun 1520 hingga tahun 1630, ada sekitar 30.000 orang yang ditangkap karena dianggap sebagai werewolf. Kebanyakan dari tersangka ini kemudian menjalani penyiksaan dan interogasi yang keji hingga tewas.

Walaupun sering dianggap sebagai aktifitas satanic, ada sebuah kisah yang cukup membingungkan.

Pada tahun 1692, seorang pria berusia 80 tahun yang bernama Thiess dari Livonia memberikan kesaksian di bawah sumpah kalau ia dan beberapa teman lainnya adalah werewolf yang disebutnya sebagai "Anjing pemburu Tuhan".

Ia mengklaim kalau mereka adalah perajurit yang diutus Tuhan untuk memburu para penyembah setan dan para penyihir. Thiess juga mengatakan kalau kelompok werewolf seperti dia juga terdapat di Rusia dan Jerman.

Kesaksian Thiess dianggap sebagai penghujatan terhadap Tuhan dan ia dihukum 10 kali cambukan karenanya.

Werewolf dan Vampire
Bagaimana hubungan antara werewolf dan vampire? Kita melihat mereka bermusuhan seperti di film underworld, apakah benar seperti itu?

Sepertinya tidak. Pada abad pertengahan, di Eropa berkembang kepercayaan kalau jasad mereka yang dibunuh karena dianggap werewolf harus dikremasi. Jika tidak, maka jasad itu akan bangkit dari kubur sebagai Vampire.

Ini mengindikasikan kalau masyarakat waktu itu percaya werewolf dan vampire adalah satu oknum.

Di Serbia, Bulgaria dan Slovakia, Vampire dan Werewolf juga dianggap sebagai makhluk yang sama yang dikenal dengan nama Vulkodlak.

Penampakan Signifikan
Salah satu alasan mengapa kisah mengenai werewolf bisa bertahan selama ribuan tahun adalah akibat banyaknya laporan penampakan yang terjadi selama rentang waktu itu.

Misalnya, tahun 1790. Dua orang pengembara sedang berada di Wales Utara ketika seekor hewan besar menyerang kuda mereka. Satu kuda mati terbunuh. Peristiwa ini terjadi saat bulan purnama terlihat di atas langit. Banyak yang percaya kalau makhluk yang menyerang mereka adalah seekor werewolf.

Lebih dari 200 tahun setelah peristiwa itu, tepatnya di tahun 1992, juga di Wales, surat kabar lokal memberitakan mengenai makhluk aneh sebesar beruang yang terlihat berkeliaran di tempat itu. Seorang petani sempat melihat makhluk itu saat bulan purnama dan ia menemukan dua ekor dombanya sudah mati. Sebagian orang juga percaya kalau makhluk itu adalah seekor werewolf.

Legenda Beast of Gevaudan yang meneror Perancis tahun 1760an juga sering dianggap sebagai kasus klasik Werewolf.

Para saksi mata yang melihat makhluk itu mendeskripsikannya sebagai makhluk yang mirip dengan anjing atau serigala.

Beast of Gevaudan tercatat melakukan 11 kali penyerangan dimana kebanyakan korbannya adalah wanita dan anak-anak. Para korban tewas ditemukan dengan tubuh termutilasi dan menunjukkan tanda-tanda dimangsa.


Militer Perancis sampai mengerahkan pasukan untuk memburu makhluk itu. Namun, tidak membawa hasil.

Dari antara semua penampakan modern mengenai werewolf, mungkin penampakan yang paling luar biasa adalah apa yang dialami oleh Mrs.Delburt Gregg dari Texas.

Pada suatu malam di tahun 1958, Mrs.Gregg sedang sendirian di kamarnya ketika ia mendengar suara seperti menggaruk di jendelanya. Sekilas, ia bisa melihat adanya seekor makhluk besar berbulu seperti serigala yang sedang menatapnya dengan mata bersinar. Mrs.Gregg juga bisa melihat gigi taringnya yang putih.

Menyadari kehadirannya telah diketahui, makhluk itu kemudian segera berlari masuk ke dalam semak-semak.

Mrs.Gregg bercerita:

"Setelah beberapa saat, aku menyaksikan satu sosok keluar dari semak-semak. Tetapi, aku tidak melihat adanya serigala berbulu lebat. Figur yang terlihat keluar adalah seorang pria yang sangat tinggi yang kemudian berjalan terburu-buru hingga menghilang di kegelapan malam."

Penampakan Mrs.Gregg sangat sesuai dengan gambaran werewolf versi Holywood.

Kalau begitu, apakah benar ada makhluk werewolf seperti yang digambarkan oleh film-film Holywood?

Penjelasan Alternatif

Sepertinya sulit mengabaikan keberadaan makhluk ini. Jika werewolf hanyalah sebuah cerita rakyat, dongeng atau rekaan Holywood, mengapa kisah penampakan makhluk ini bisa tersebar ke seluruh dunia sejak ribuan tahun yang lalu?

Jika kisah werewolf baru muncul beberapa puluh tahun belakangan, mungkin kita bisa berargumen kalau televisi dan media yang telah menyebarkannya. Tetapi, sepertinya setiap wilayah di dunia, punya kisah werewolfnya masing-masing.

Jadi, apakah makhluk yang disebut werewolf benar-benar ada?

Sebelum masuk ke situ, mungkin ada baiknya kita melihat beberapa teori alternatif yang berusaha menjelaskan mengenai makhluk ini.

Teori alternatif ini dibuat berdasarkan premis kalau tidak ada manusia yang bisa berubah menjadi serigala. Yang ada adalah salah interpretasi atau cerita hiperbolik yang diceritakan secara turun-temurun.

Ini adalah beberapa diantaranya:

Pria berpakaian serigala
Ada sebuah peristiwa mengerikan terjadi di kota Bedburg, Jerman, pada tahun 1591. Suatu hari, sekelompok penduduk berhasil mengepung seekor serigala yang masuk ke desa. Lalu mereka mulai menyerang serigala itu dengan kayu. Anehnya, serigala itu tidak berusaha untuk lari atau melawan.

Tiba-tiba, para penduduk melihat hewan itu berdiri dan makhluk yang dianggap sebagai serigala itu ternyata adalah seorang pria paruh baya yang mengenakan kulit serigala. Mereka mengenalinya sebagai Peter Stubbe, salah satu penduduk Bedburg juga.

Para penduduk lalu membawanya ke desa dan mulai menginterogasinya. Stubbe mengakui kalau ia telah membunuh 16 orang, termasuk 2 perempuan hamil dan 13 anak-anak.

Lalu, ia mulai bercerita lebih jauh.

Pada usia 12 tahun, Stubbe sudah tertarik dengan ilmu sihir dan mulai mempelajarinya. Bertahun-tahun kemudian, ia semakin serius mempelajarinya dan bahkan ia memulai perjanjian dengan setan. Tidak butuh waktu lama, Stubbe mulai dipenuhi dengan angan-angan untuk membunuh. Ketika mengincar mangsanya, Ia akan bersembunyi di hutan sambil menyamar menjadi serigala.

Pembunuhan yang dilakukan oleh Stubbe terbilang cukup sadis. Ia biasa merobek tenggorokan korbannya dan menghisap darahnya. Secara perlahan, keinginannya akan darah menjadi tidak tertahankan sehingga ia terus membunuh untuk memuaskannya. Dalam banyak kesempatan Stubbe bahkan memakan daging korbannya.

Yang paling mengerikan dari kejahatan Stubbe adalah kejahatan yang dilakukannya terhadap anaknya sendiri.

Suatu hari, Ia membawa anak laki-lakinya yang masih kecil ke hutan, memecahkan tengkoraknya dan memakan otaknya.

Peter Stubbe tercatat sebagai salah satu pembunuh berantai paling sadis di dalam sejarah dunia. Kejahatan yang dilakukannya begitu mengerikan sehingga pengadilan memutuskan untuk menghukum matinya dengan cara yang tak kalah sadis. Tubuhnya diikat di sebuah roda, lalu, daging tubuhnya dicabik-cabik dengan besi panas. Kaki dan tangannya kemudian dipatahkan dan akhirnya ia dipenggal. Sisa mayatnya lalu dibakar menjadi abu.

Peristiwa pembunuhan Peter Stubbe terjadi pada abad pertengahan dimana Eropa sedang berada pada masa dimana tahayul merajalela. Bisa jadi kisah ini tersebar luas dan menimbulkan rumor mengenai adanya makhluk jadi-jadian bernama Werewolf.

Halusinasi

Penulis pertama yang mengkaitkan antara werewolf dengan penyakit adalah Marcellus Sidetes (abad 2 Masehi), seorang Yunani yang tinggal di Turki dan menulis buku mengenai pengobatan.

Ia menyebutkan kalau ada kasus dimana seseorang mengalami perasaan yang menuntunnya untuk percaya kalau ia adalah serigala yang kemudian membuat orang tersebut berkeliaran di pemakaman.

Argumen Sidetes kemudian dikonfirmasi oleh sains modern yang mendukung adanya kemungkinan ini. Salah satunya adalah keracunan ergot (sekumpulan jamur genus Claviceps). Mereka yang keracunan jamur jenis ini bisa mengalami halusinasi yang cukup parah dan bisa menganggap diri mereka sebagai hewan, atau merasa sedang diserang oleh hewan.

Salah satu kasus terburuk keracunan Ergot terjadi pada tahun 1951 di kota Pont St.Espri di Perancis. Sekitar 135 orang masuk rumah sakit dan 6 diantaranya meninggal dunia. Kasus ini terjadi akibat para penduduk memakan roti yang telah terinfeksi ergot. Jamur ini telah membuat mereka mengalami halusinasi yang membuat mereka percaya kalau harimau dan ular sedang menyerang mereka.

Tentu saja teori ini tidak bisa menjelaskan mengapa di tempat yang tidak pernah ditemukan ergot juga dilaporkan adanya penampakan werewolf.

Karena itu, kita masuk ke sebuah sebuah teori lain yang lebih populer. Teori ini percaya kalau werewolf sebenarnya adalah manusia yang terkena kelainan yang disebut Hypertrichosis atau werewolf syndrome.

Hypertrichosis (Werewolf Syndrome)

Jika werewolf hanya didefinisikan sebagai manusia berbulu lebat seperti serigala, maka sepertinya kita telah mendapatkan penjelasannya lewat kelainan yang disebut Hypertrichosis, kadang disebut werewolf syndrome.

Mereka yang menderita kelainan ini mengalami pertumbuhan rambut di tubuh dalam jumlah yang tidak wajar. Ada yang mengalami kelainan ini sejak lahir dan ada pula yang mengalaminya karena faktor eksternal seperti efek samping pengobatan.


Untuk yang mendapatkannya sejak lahir, belum ditemukan pengobatan yang bisa menyembuhkannya. Yang bisa dilakukan hanyalah mencukur rambut dengan teratur.

Kasus Hypertrichosis bawaan dari lahir boleh dibilang sangat langka karena sejak abad pertengahan hanya ada 50 kasus yang tercatat.


Tetapi, masalahnya, penderita Hypertrichosis tidak pernah berubah dari manusia menjadi serigala dan sebaliknya. Jadi, penjelasan ini pun sepertinya tidak sesuai dengan legenda werewolf.

Jadi, makhluk apakah werewolf ini sebenarnya?

Werewolf dan aktivitas sihir
Apakah makhluk ini berasal dari aktivitas sihir?

Ataukah makhluk ini seekor cryptid yang belum dikenal?

Namun, pertanyaan terpentingnya adalah, apakah manusia bisa berubah menjadi hewan?

Jika semua teori di atas tidak bisa menjelaskannya, maka saya rasa, jawaban paling "masuk akal" adalah: Werewolf memang ada dan ya, manusia bisa mengalami transfigurasi menjadi hewan dengan melakukan sihir tertentu.

Tapi, jika kalian tidak mempercayai adanya sihir yang bisa menyebabkan seorang manusia mengalami transfigurasi menjadi hewan, maka saya tidak punya teori lagi untuk dikemukakan.

Dracula, Pembantai Umat Islam Dalam Perang Salib

Makalah ini disampaikan dalam bedah buku Dracula, Pembantai Umat Islam dalam Perang Salib” di auditorium Fakultas Ilmu Budaya UGM Oleh: Ragil Nugroho


Membongkar Sebuah Kebohongan

Kisah hidup Dracula merupakan salah satu contoh bentuk penjajahan sejarah yang begitu nyata yang dilakukan Barat. Kalau film Rambo merupakan suatu fiksi yang kemudian direproduksi agar seolah-olah menjadi nyata oleh Barat, maka Dracula merupakan kebalikannya, tokoh nyata yang direproduksi menjadi fiksi. Bermula dari novel buah karya Bram Stoker yang berjudul Dracula, sosok nyatanya kemudian semakin dikaburkan lewat film-film seperti Dracula’s Daughter (1936), Son of Dracula (1943), Hoorof of Dracula (1958), Nosferatu (1922)-yang dibuat ulang pada tahun 1979-dan film-film sejenis yang terus-menerus diproduksi.


Lantas, siapa sebenarnya Dracula itu?

Dalam buku berjudul “Dracula, Pembantai Umat Islam Dalam Perang Salib” karya Hyphatia Cneajna ini, sosok Dracula dikupas secara tuntas. Dalam buku ini dipaparkan bahwa Dracula merupakan pangeran Wallachia , keturunan Vlad Dracul. Dalam uraian Hyphatia tersebut sosok Dracula tidak bisa dilepaskan dari menjelang periode akhir Perang Salib. Dracula dilahirkan ketika peperangan antara Kerajaan Turki Ottoman-sebagai wakil Islam-dan Kerajaan Honggaria-sebagai wakil Kristen-semakin memanas. Kedua kerajaan tersebut berusaha saling mengalahkan untuk merebutkan wilayah-wilayah yang bisa dikuasai, baik yang berada di Eropa maupun Asia . Puncak dari peperangan ini adalah jatuhnya Konstantinopel- benteng Kristen-ke dalam penguasaan Kerajaan Turki Ottoman.

Dalam babakan Perang Salib di atas Dracula merupakan salah satu panglima pasukan Salib. Dalam peran inilah Dracula banyak melakukan pembantain terhadap umat Islam. Hyphatia memperkirakan jumlah korban kekejaman Dracula mencapai 300.000 ribu umat Islam. Korban-korban tersebut dibunuh dengan berbagai cara-yang cara-cara tersebut bisa dikatakan sangat biadab-yaitu dibakar hidup-hidup, dipaku kepalanya, dan yang paling kejam adalah disula. Penyulaan merupakan cara penyiksaan yang amat kejam, yaitu seseorang ditusuk mulai dari anus dengan kayu sebesar lengan tangan orang dewasa yang ujungnya dilancipkan. Korban yang telah ditusuk kemudian dipancangkan sehingga kayu sula menembus hingga perut, kerongkongan, atau kepala. Sebagai gambaran bagaimana situasi ketika penyulaan berlangsung penulis mengutip pemaparan 

Hyphatia:

“Ketika matahari mulai meninggi Dracula memerintahkan penyulaan segera dimulai. Para prajurit melakukan perintah tersebut dengan cekatakan seolah robot yang telah dipogram. Begitu penyulaan dimulai lolong kesakitan dan jerit penderitaan segera memenuhi segala penjuru tempat itu. Mereka, umat Islam yang malang ini sedang menjemput ajal dengan cara yang begitu mengerikan. Mereka tak sempat lagi mengingat kenangan indah dan manis yang pernah mereka alami.”

Tidak hanya orang dewasa saja yang menjadi korban penyulaan, tapi juga bayi. Hyphatia memberikan pemaparan tetang penyulaan terhadap bayi sebagai berikut:

“Bayi-bayi yang disula tak sempat menangis lagi karena mereka langsung sekarat begitu ujung sula menembus perut mungilnya. Tubuh-tubuh para korban itu meregang di kayu sula untuk menjemput ajal.”


Selasa, 10 Januari 2012

Legenda Werewolf


Kisah binatang jadi-jadian yang banyak terdengar dalam budaya masyarakat kita, ternyata juga terdapat di belahan lain bumi. Bahkan ada seorang tokoh dunia terkenal disebut pula sebagai salah satu pengidapnya. Benarkah makhluk demikian ada, bagaimana pula muasal kelahirannya?
Begitu beragamnya manusia jadi-jadian di bumi ini. Mulai dari manusia harimau atau manusia beruang di kawasan Asia, manusia hyena yang hidup di Afrika, manusia anjing hutan coyote diburu di Amerika Tengah, sedangkan manusia kadal berkeliaran di Selandia baru. Sama halnya dengan mitos babi ngepet atau leak dalam sebagian masyarakat kita, atau orang Barat yang memfiksikannya dalam film semisal An American Werewolf in London (1981) dan Wolf (1994) yang diperani Jack Nicholson.
Ternyata semua binatang jadi-jadian itu memiliki karakter serupa. Misalnya, perubahan di malam hari, menularkan kemampuan berubah bentuk melalui tetesan darah dalam gigitan, luka yang terjadi dalam bentuk binatang juga muncul dalam ujud manusia, atau binatang jadi-jadian yang mati segera kembali berubah jadi manusia.
Akibat kutukan
Herodotus, sejarawan Yunani dari abad V SM, mengatakan pada + 2.400 tahun lalu, bahwa penduduk di daerah yang sekarang bernama Lithuania dan Polandia, mengaku berubah menjadi manusia serigala selama beberapa hari dalam setahun.
Masa itu manusia serigala adalah manusia dengan dorongan kuat memangsa manusia lainnya. Melalui sihir mereka berubah menjadi serigala hitam untuk memudahkan mewujudkan niatnya. Sekali berubah, menurut kepercayaan lama, akan terus menyimpan kekuatan dan kelicikan serigala.
Baru di abad 1 SM Virgil sebagai penulis Latin yang pertama kali menyebut-nyebut soal takhayul ini, kemudian diikuti oleh Propertius, Servius, dan Petronius. Petronius yang kepala urusan hiburan zaman pemerintahan Kaisar Nero (54 – 68) bertutur tentang manusia serigala dalam bentuk sastra roman Satyricon. Dengan bumbu terang bulan, pekuburan, dan luka abadi setelah kembali jadi manusia, membuat roman itu sebagai bacaan hiburan.
Sebagian tradisi Roma dan Yunani menganggap manusia berubah jadi serigala sebagai hukuman dewa, karena ia telah mempersembahkan korban berupa manusia, ujar Pliny (61 – 113).
Meski baru abad XVIII kisah tentang manusia serigala diterbitkan, bukan berarti orang berkurang minat terhadap manusia serigala. Justru kepercayaan itu demikian kuat, bahkan sering diterima sebagai kebenaran, bukan fiksi.
Menurut kepercayaan lama ada tiga macam manusia serigala. Pertama, yang memperolah kemampuan itu melalui keturunan. Konon, kutukan terhadap nenek moyang menjadikan setiap keturunannya menjadi manusia serigala. Kedua, orang yang dengan sukarela jadi serigala dengan alasan dan tujuan jahat. Sedangkan yang terakhir adalah manusia serigala berhati lembut dan baik. Kondisinya yang tidak lazim, malah membuatnya merasa malu.
Sebenarnya, transformasi sering dilakukan oleh dukun-dukun suku tertentu dengan tujuan baik untuk mengatasi masalah di kelompoknya. Saat langka makanan, misalnya, si dukun bisa saja berubah ujud menjadi binatang jadi-jadian serupa makhluk yang akan diburu, supaya lebih mudah melacak buruan itu.
Ada juga yang tidak berubah ujud tetapi meminjam tubuh binatang untuk memata-matai, menyantet, atau sekadar menakut-nakuti musuh.
Berjubah kulit serigala
Kasus manusia serigala yang mencolok terjadi di Prancis, awal abad XVII. Adalah Jean Grenier (13) yang merasa yakin dirinya manusia serigala. Di pengadilan Bordeaux, Grenier mengaku, 2 tahun sebelumnya membuat perjanjian dengan setan di hutan. Dengan kulit serigala yang menurut pengakuannya pemberian setan, tiap malam ia bisa berkeliaran sebagai serigala, namun di siang hari kembali ke bentuk manusia. Ia telah membunuh dan memangsa beberapa anak kecil yang sendirian di ladang, juga menculik bayi yang ditinggal di rumah.
Sejauh menyangkut perilaku kanibalisme, penyelidikan menunjukkan kebenaran pengakuannya. Namun dari sudut kedokteran, remaja ini digolongkan penderita lycanthropy. Kelainan jiwa ini menyebabkannya berkhayal tubuhnya berubah bentuk menjadi hewan. Menilik usianya yang masih belia, Grenier cuma dihukum kurungan seumur hidup di Biara Fransiskan, Bordeaux.
Perubahan Grenier dengan menyamar di bawah kulit serigala serupa dengan cara transformasi manusia beruang di Skandinavia yang menggunakan kulit beruang. Selain kulit binatang, konon ada alat lain, yaitu korset. Ada yang terbuat dari kulit asli binatang, ada yang dari kulit manusia yang dihukum gantung. Dua alat itu banyak dipakai di Prancis, Jerman, Skandinavia, dan beberapa negara Eropa Timur. “Benda sakti” lainnya adalah salep khusus berisi ramuan dari kelompok tanaman solanaceae yang membangkitkan halusinasi.
Selain itu ada lagi alat dan cara untuk bertransformasi yang berupa jimat, ramuan, dan mantera pemujaan pada iblis. Khusus pemakaian jimat, justru orang di sekitar si pemakai yang terpengaruh seakan melihat manusia serigala, padahal si pelaku tidak berubah. Di luar saat bulan purnama, perubahan sering terjadi spontan dan lepas dari kendali pelakunya.
Penampilan si pelaku yang menakutkan, tindak kejahatannya yang mengerikan, dan terutama karena kengerian terhadap kekuatan setan, membuat manusia serigala jadi obyek yang harus diburu dan dimusnahkan. Penghukuman terhadap mereka terjadi di hampir sepanjang sejarah di Eropa. Malah pelaku kejahatan apa pun dengan mudahnya dapat dijuluki manusia serigala.
Pembunuhan massal sering disebut akibat kejahatan serigala. Seperti yang menimpa Peter Stubbe di tahun 1590 (ada yang menyebut Peter Stump di tahun 1589) dari Bedburg, dekat Cologne. Ia dituduh sebagai serigala yang kanibal setidaknya pada 2 pria, 2 wanita hamil, dan 13 kanak-kanak, dan inses dengan adik perempuannya.
Hukuman yang diterimanya luar biasa. Setelah dicabik-cabik dengan penjepit, dilindas roda, dipancung, akhirnya tubuh tanpa kepala itu dibakar. Hukuman bakar hidup-hidup juga diberlakukan untuk gundik dan anak perempuannya.
Di Prancis dan Jerman, manusia serigala biasanya memang dibakar atau digantung. Seperti yang terjadi terhadap lebih dari 200 laki-laki dan perempuan Pirenea (antara Prancis dan Spanyol) di seputar abad XVI, karena diduga manusia serigala.
Menurut Elton B. McNeil dalam The Psychoses (1970), demam berburu manusia serigala bisa disamakan dengan perburuan terhadap penyihir. Secara kejiwaan mereka yakin, orang akan diberkati bila mampu menangkap pelayan atau sekutu iblis.
Tak heran, saat itu di Prancis banyak ditemukan manusia serigala kagetan. Dalam satu periode – antara 1520 – 1630 – di Prancis tercatat 30.000 kasus manusia serigala.
Ada beberapa patokan untuk menentukan apakah seekor serigala jadi-jadian atau tidak. Konon, manusia serigala akan mempertahankan suara dan mata manusianya. Sedangkan menurut suku Indian, yang berubah jadi serigala hanya bagian kepala, tangan, dan kaki.
Dalam ujud manusia, ada beberapa ciri khas yang membedakannya dengan manusia biasa. Dua ujung alisnya saling bertemu di tengah, jari-jari tangannya yang panjang agak kemerahan, dengan jari tengah yang sangat panjang. Selain telinganya agak ke bawah dan sedikit ke belakang, tangan dan kakinya cenderung berbulu lebat.
Rasa takut terhadap manusia serigala lebih mudah dipahami dengan mengetahui alasan takut terhadap serigala. Sebelum abad XX di Eropa dan Asia Utara, serigala dianggap binatang paling cerdik yang berbahaya bagi manusia dan ternak. Apalagi bila serigala itu gila. Cukup sekali gigit korbannya bisa tewas mengerikan. Sampai-sampai ada institusi pemerintah Prancis yang khusus mengontrol serigala, paling tidak sejak pemerintahan Charlemagne (768 – 814), hingga abad ini.
Di Eropa pada abad pertengahan, serigala terkadang digantung bersebelahan dengan pelaku kejahatan di tiang gantungan, sebagai simbol ditaklukkannya kejahatan. Serigala pernah jadi masalah serius Irlandia abad XVII, sehingga sepotong kepala serigala sama nilai hadiahnya dengan kepala pemberontak.
Hanya halusinasi
Ada pendapat, manusia serigala timbul akibat halusinasi. Antara lain, pengaruh racun ergot yang dihasilkan oleh jamur Claviceps purpurea pada gandum. Ergot mengandung bahan serupa materi mentah untuk membuat LSD.
Halusinasi akibat ergot banyak terjadi di Eropa pada abad pertengahan. Itu tak lain karena masyarakat kebanyakan hanya bisa mengkonsumsi biji gandum yang terkontaminasi, sementara gandum bersih disimpan hanya untuk bangsawan. Maka, tanpa pengalaman atau ilmu sihir, bila memakan biji-bijian itu orang bisa merasa jadi katak atau serigala.
Satu kisah tragis terjadi tahun 1951 di Pont St Esprit di Rhone Valley, dengan korban keracunan ergot +300 orang. Lima orang mati, sedangkan kebanyakan cacat seumur hidup. Mereka yang cacat mengaku, telah mengalami halusinasi mengerikan. Ada pria yang merasa seolah-olah otaknya dilahap segerombolan ular merah. Ada pula yang sanggup membebaskan diri dari jaket pengikat orang gila sampai 7x, rontok giginya karena menggigit putus tali pengikat dari kulit yang membelenggunya, dan mampu membengkokkan dua batang teralis besi di jendela rumah sakit! Alasannya, pria itu merasa dikejar-kejar harimau.
Pendapat lain menduga manusia serigala adalah akibat persepsi keliru terhadap penyakit keturunan congenital porphyria. Menurut dr. Lee Illis dari Guy Hospital, London, pengidapnya amat tak tahan terhadap cahaya (karena itu mereka hanya bisa keluar malam hari), giginya berwarna merah atau coklat kemerahan, dan menunjukkan gejala gangguan jiwa (dari histeris ringan hingga depresi maniak). Borok lambat laun mengubah bentuk tangan mereka menjadi serupa cakar.
Namun, pendapat ini disanggah cendekiawan Almotarus, yang menjelaskan manusia serigala dalam bentuk manusia memiliki ciri khusus berupa mata cekung dan kering, serta kulit pucat. Selain itu luka pada kulit penderita jauh berbeda dengan kulit serigala.
Roh jahat dalam perjalanan astral
Pemahaman terhadap manusia serigala memasuki era baru menyusul keputusan terhadap Jean Grenier. Hakim-hakim di masa itu tidak mungkin lagi mengabaikan “koor” pendapat para dokter, yang yakin manusia serigala sebenarnya adalah penderita berbagai jenis dan tingkatan gangguan jiwa. Meski dokter Alfonso Ponce de Santa dari Spanyol masih menyebutnya sebagai gejala kemurungan jiwa akibat cairan tertentu yang dihasilkan empedu, yang diduganya telah menyerang otak.
Maka dibedakan antara makhluk mitos manusia serigala dan penderita kejiwaan (lycanthrope).
Lycanthropy berakar dari kata Yunani lycos artinya serigala dan anthropos atau manusia. Meski ada yang menyebut secara berbeda. Robert Burton dalam buku pengobatan klasik The Anatomy of Melancholy (1621) misalnya, menggunakan istilah kegilaan terhadap serigala.
Mula-mula lycanthrope dipakai untuk menggambarkan fenomena kuno berupa kemampuan orang bermetamorfosis jadi binatang. Namun lama-lama istilah itu diaplikasikan khusus untuk orang yang di alam subnormal yakin mampu berubah bentuk. Keyakinan itu dikuatkan dengan dorongan bersikap sadis dan obsesi terhadap darah dan daging yang terus bertahan dari waktu ke waktu di berbagai tempat – bahkan di negara beradab. Selera terhadap daging manusia itulah yang mengubah manusia menjadi monster. Namun secara nyata penderita lycanthrope tidak pernah berubah bentuk, suara, dan perilaku menjadi serigala.
Mengenai penampilannya yang tetap manusia, pada abad XV – XVI penderita lycanthrope berkilah, bahwa bulu-bulu mereka tumbuh di bawah kulit. Seperti yang terjadi di Padua, Spanyol, tahun 1541, ketika seorang petani dengan keji membunuh dan mengoyak-ngoyak tubuh beberapa orang korbannya. Saat tertangkap, ia mengaku sebagai serigala meski secara fisik tidak berujud binatang. Itu tak lain karena bulu-bulunya tersembunyi di bawah, bukan di atas, kulit. Untuk membuktikan ucapannya, penduduk segera memotong lengan dan kakinya. Alhasil, kecewa yang didapat, yang ada cuma darah, otot, dan tulang biasa.
Malah dalam buku klasik tentang sadisme, masokisme, dan lycanthropy Man into Wolf, antropolog Inggris Dr. Robert Eisler menyebut kemungkinan Adolf Hitler sebagai penderita lycanthropy. Ia merujuk pada kesaksian bagaimana sang Fuhrer memiliki kebiasaan menggigit karpet saat mengamuk.
Sedangkan manusia serigala adalah orang yang dengan kekuatan sihir atau mantera khusus dipercaya mampu mengubah diri menjadi serigala. Ia benar-benar serupa serigala baik keganasan, kekuatan, kelicikan, dan kecepatan larinya. Ia bisa bertahan dalam kondisi itu selama beberapa jam saja atau bahkan permanen.
Pendapat yang menguatkan keberadaan manusia serigala didukung oleh spiritualis Rose Gladden dengan dasar pemikiran perjalanan astral. “Katakanlah ada orang yang pada dasarnya jahat, suka dengan hal-hal yang mengerikan. Saat ia melakukan perjalanan astral, roh jahat yang banyak berkeliaran bebas di udara akan menangkap, mengubahnya menjadi serigala atau binatang lainnya, dan memanfaatkannya untuk tujuan keji.”

Dorongan bebas nilai

Lain lagi pendapat paranormal terkemuka Prancis pada abad XIX Eliphas Levi, bahwa proses transformasi itu adalah suatu manifestasi simpati manusia terhadap naluri kebinatangannya. Menurutnya, manusia serigala tidak lebih dari tubuh nonfisik dan naluri ganas berbentuk serigala.
Senada dengan itu, John Godwin, penulis Unsolved: The World of the Unknown, lebih menyoroti dorongan dalam diri manusia. Jujur saja, sebenarnya manusia memiliki sifat buruk serupa serigala yang selama ini ditekan untuk tidak muncul. “Dengan berubah, mereka bebas dari ujud fisik manusianya yang mengalangi mewujudkan dorongan dan keinginan kuat tanpa perlu merasa bersalah atau takut. Dalam ujud binatang, tidak ada lagi tabu yang harus dijaga. Karena binatang memang tidak mengenal tabu.”
Sedangkan James VI dari Skotlandia dalam Daemonologie (1597), melihat penyebabnya adalah segunung masalah yang dihadapi manusia mulai dari bencana alam dan cuaca buruk, gagal panen, serangan hama, dan kejahatan yang meningkat. Semua itu perlu seseorang atau sesuatu untuk disalahkan. Gampangnya, serigala dijadikan kambing hitam. Selain itu adalah ketidaksiapan penduduk untuk melepaskan kepercayaan atas makhluk sejenis itu membuat manusia serigala terus eksis dalam waktu lama.
Richard Carrington, penulis Mermaids and Mastodon menyamakan alasan di balik kepercayaan akan manusia serigala dengan kepercayaan primitif, bahwa monster sebenarnya bentuk yang diciptakan manusia sendiri, untuk mengkompensasikan posisinya sendiri yang demikian kecil di alam semesta.
Saat peradaban makin maju, mitos binatang menakutkan pun lenyap. Contohnya, suku Indian Sioux di Dakota Utara, AS, yang dulu percaya akan adanya binatang pemangsa manusia. Tapi, keturunannya di abad ini melupakan mitos itu. Menurut mereka, takhayul itu lahir akibat rasa takut terhadap mastodon yang berkeliaran di dataran Dakota.
Pendapat manusia serigala hanya takhayul belum mencapai kata putus. Jika benar itu sekadar ciptaan manusia, mengapa kisah itu bertahan sekian lama? Apa pula yahg membuat ilmuwan demikian getol berkutat memecahkannya?
Twilight